Seberapa Keras Makmum Ucapkan “Aamiin” Saat Shalat? - Syaikh Sa'ad bin Turki Al-Khotslan

Seberapa Keras Makmum Ucapkan “Aamiin” Saat Shalat? - Syaikh Sa'ad bin Turki Al-Khotslan00:41

Información de descarga y detalles del video Seberapa Keras Makmum Ucapkan “Aamiin” Saat Shalat? - Syaikh Sa'ad bin Turki Al-Khotslan

Publicado el:

16/11/2025

Vistas:

198

Descripción:

Sebagian imam masjid di bulan Ramadhan memanjangkan doa, sebagian lainnya memendekkannya. Mana yang benar? Yang benar adalah yang tidak berlebihan dan tidak terlalu membatasi. Memanjangkan doa yang memberatkan para makmum adalah terlarang, karena ketika Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengetahui bahwa Muadz bin Jabal memanjangkan shalat ketika mengimami kaumnya, beliau marah kepadanya. Saat itu beliau berkata kepada Muadz, “Wahai Muadz, apakah engkau mau membuat kekacauan” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka yang benar adalah sebatas kalimat-kalimat yang ada tuntunannya, atau lebih sedikit. Berpanjang-panjang doa akan memberatkan bagi para makmum, terutama orang-orang yang lemah. Di antara mereka ada yang banyak pekerjaan, tapi mereka tidak mau beranjak sebelum imam selesai, namun hal itu memberatkan mereka. Oleh karena itu, nasehat saya untuk saudara-saudara para imam adalah mengambil sikap pertengahan, dan sebaiknya sekali‑kali meninggalkan doa agar para makmum mengerti bahwa doa itu tidak wajib. Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah (Kitab ad‑Da’wah 5, (2/ 798-199)).